JAKARTA, KOMPAS.com ,17-03-2014
LETUSAN
GUNUNG KRLUD
Gunung
Kelud yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten
Malang, dan Kabupaten Blitar, di Jawa Timur, meletus lagi pada Kamis
(13/2/2014) pukul 22.50 WIB. Letusan ini mengembalikan ciri historis panjang
letusan gunung ini, yang hanya berjeda perubahan letusan pada 200. Gunung Kelud merupakan gunung api bertipe
strato. Lokasinya berada di 7 derajat 56 menit Lintang Selatan dan 112 derajat
18 menit 30 detik Bujur Timur.Gunung
Kelud memiliki ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut. Letusan terakhir Gunung Kelud sebelum
Kamis ini adalah pada 3-4 November 2007. Letusan
tersebut ibarat jeda dari ciri khas letusan Gunung Kelud yang biasanya adalah
eksplosif, termasuk letusan sekarang. Pada 2007, hanya terjadi letusan efusif,
yang memunculkan kubah lava di tengah lokasi yang dulu adalah danau kawah
Gunung Kelud. Catatan tentang letusan
Gunung Kelud terlacak sejak tahun 1000, seperti termuat dalam buku Data
Dasar Gunung Api Indonesia yang diterbitkan Kementerian Energi, Sumber
Daya Alam, dan Mineral pada 2011. Ciri letusan eksplosif gunung ini
setidaknya diketahui sejak 1901. Letusan pada 2007, merujuk ungkapan mantan
Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi
Kementerian ESDM, Surono, adalah anomali.
"Penyelewengan" ciri khas pada 2007 itu pun menurut Surono bukan karena ada hal gaib atau tak dapat dijelaskan. Letusan pada 2007 tidak mempertontonkan letusan hebat sebagaimana setiap kali Gunung Kelud meletus lebih karena ternyata ada retakan di jalur lava gunung itu, yang membuat daya dorong letusan sudah merembes keluar. Karenanya, daya letus gunung pun jauh berkurang. DAMPAK LETUSAN GUNUNG KELUD TERHADAP MASYARAKAT
"Penyelewengan" ciri khas pada 2007 itu pun menurut Surono bukan karena ada hal gaib atau tak dapat dijelaskan. Letusan pada 2007 tidak mempertontonkan letusan hebat sebagaimana setiap kali Gunung Kelud meletus lebih karena ternyata ada retakan di jalur lava gunung itu, yang membuat daya dorong letusan sudah merembes keluar. Karenanya, daya letus gunung pun jauh berkurang. DAMPAK LETUSAN GUNUNG KELUD TERHADAP MASYARAKAT
1).Semua sekolah diliburkan. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memutuskan untuk meliburkan semua kegiatan belajar
mengajar di sekolah karena hujan abu akibat letusan Gunung Kelud di Jawa Timur masih melanda kota pelajar tersebut.2).Bandara Adisutjipto ditutup Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Jumat, ditutup
total akibat hujan abu dari letusan Gunung Kelud diKediri, Jawa Timur. 3).Sejumlah acara yang dijadwalkan untuk memeriahkn peringatan ulang tahun, terpaksa ditunda atau dibatalkan. Salah satu yang terkena dampak adalah Festival Jenang pada 16 dan 17 Februari 2014. Humas Festival Jenang 2014, Ambar Kusuma Ningrum mengatakan pelaksanaan festival ditunda menjadi 22 dan 23 Februari 2014. "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar